Contoh Teks Pidato

SISTEM  PENDIDIKAN = KARAKTER BANGSA
Oleh : Muhamad Sa’dan
Myjayvyn.com


Assalamu’alaikum Wr. Wb ….. Selamat Pagi, dan Salam sejahtera bagi kita semua.
Yang terhormat, Ibu Darma selaku Pendidik, Motivator, Mediator, dan Fasilitator di MAN 5 Jakarta. Dan yg saya banggakan, sahabat” muda sekalian J

            Alhamdulillah, dipagi yg segar ini, Allah SWT masih memberikan kita kesempatan, untuk menjadi manusia” yg bermanfaat. Dan juga mari kita Sanjungkan sholawat dan salam, kepada panutan kita, Nabi Muhammad SAW.

            Saudaraku sekalian, SISTEM PENDIDIKAN membentuk KARAKTER BANGSA INDONESIA.
Sejak dalam kandungan karakter seseorang telah dibentuk, pembentukkan karakter pertama ada dalam keluarga. Namun, setelah berusia 5-6 tahun, pembentukkan karakter yg kedua, mulai dimantapkan dalam pendidikan formal di Indonesia. Mulai dari Taman Kanak”, SD, SMP, SMA, Dst.

            Namun, tahukah Anda Saudaraku? , Banyak sekali permasalahan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu-nya, Indonesia ingin sekali pendidikannya berdaya saing tinggi. Tapi, sayang banyak dari sistem pendidikan kita yg salah metode dalam mewujudkan hal tersebut. Seperti :

1.      COMPETITIF vs COOPERATIF
Jumat lalu, Teman saya bercerita
  “adik saya menerima rapot, dari sekolahnya di Elementary School of USA. Melihat Hasilnya dapat nilai-nilai yg tinggi, namun tidak tercantum info tentang rangking, Ibu saya tergoda bertanya ke salah satu gurunya.”
Anak saya ranking berapa, Ms. Yunita ?.
Kenapa anda orang Asia selalu nanya demikian?”
Anda sangat suka sekali berkompetisi. Di level anak anda, tidak ada rangking2an. Tidak ada kompetisi.
Kami mengajari mereka tentang cooperation/ kerjasama. Mereka harus bisa bekerja dalam team work dan mereka harus bisa cepat bersosialisasi dan  beradaptasi. Mereka harus punya banyak teman.
Lebih penting bagi kami untuk mengajari mereka story telling dan bagaimana mengungkapkan isi pikiran dalam bahasa yang terstruktur dan sistematis. Kami mengajari mereka logika dalam setiap kalimat yang mereka ucapkan.

Laten bukan?, Coba kita ingat di Indonesia, pendidikannya yg memang  sangat kompetitif, Masih  SD  saja, sudah main rangking”an. Banyak orangtua yg narsis memajang prestasi anak-anaknya di sosmed  (termasuk penulis).
Memang, ada baiknya kita memberikan apresiasi kepada siswa, dengan memberinya rangking, sebagai motivasi untuknya agar selalu belajar.
Tapi, Tanpa disadari sebagian dari mereka nanti akan tumbuh menjadi orang-orang yang terlalu suka berkompetisi dan lupa bekerjasama. Kiri-kanannya dianggap saingan dan dia selalu ingin menjadi yang terbaik.

Masih baik, jika dia mengembangkan dirinya supaya menang persaingan dengan sportif. Namun, terkadang mereka menunjukkan baiknya dirinya dengan cara mengungkapkan jeleknya orang lain. Bahkan saling menjatuhkan, demi menjadi yg terbaik.              
 Ha…ha…ha…  -__-


Motto mereka :     KALO BUKAN KITA SIAPA LAGI ?
Wuih, betapa arogannya, seakan-akan yang lain tidak mampu dan hanya dia yang mampu.
Sakit mentalnya.
Kita harus sadar, bahwa hidup bukan hanya soal menang / kalah… !

Belum lagi, …
Peraturan yang selama ini di terapkan di sekolah-sekolah Indonesia  cenderung terlalu  mengikat  siswa . seperti  tentang KTSP, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, yang seharusnya sekolah memiliki kurikulum sendiri sesuai dengan karakteristiknya. 
Namun, apa yang terjadi?  Karena tuntutan RPP, SILABUS  yang “membelenggu” kreatifitas guru dan sekolah. Yang terjadi sikap individualis pelajar meningkat, RPP banyak yang jiplakan, RPP dijual bebas siapapun boleh meniru. Administrasi-administrasi yang “membelenggu” guru, yang menjadikan guru lebih terfokus pada administrator, sehingga guru lupa fungsi utama lainnya sebagai mediator, motivator, akselerator, fasilitator, dsb.

2 hal tersebut, dapat menjadi faktor tumbuhnya bibit Mental dan Moral yg buruk, seperti para koruptor yg hanya mementingkan diri sendiri/golongannya, tapi tidak mementingkan bangsanya.


Padahal, Negara Indonesia butuh jiwa” berkepala bijak. Tahun 2015, Ayah saya pernah berbicara dengan seorang lelaki, pengusaha asal singapura.
Sampai, pada saat ia berkata :
"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu, bpk itu berkata lgi :
"Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia, Everything can be found here in Indonesia, Indonesia  don't need the world"

Benarkah begitu ?, Orang asing sendiri mengatakan bahwa Indonesia, tidak butuh Negara lain.
Coba kita renungkan …
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja semua hutan di Kalimantan, Sumatera, Papua, Maka Dunia akan sesak kurang Oksigen. Dunia yang butuh Indonesia !"

Bpk itu berkata lg :
"Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia”.
Bayangkan  500.000 orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang yang masuk ke kami, apartemen2  dan barang” terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, tdk peduli harga yang selangit, laku keras.  Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat."
"Kalian ga tau kan, kalo Agustus 2015 kemarin dunia krisis beras.  Termasuk di Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras"
"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami singapura, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter (pantulan cahaya) kalo ada matahari bersinar.  Petani disana menjual Rp. 3.000/Kg ke sebuah pabrik China.  Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/Kg.  Saya melihatnya sendiri", kata bpk trsebut.


                Bangsaku, Sadarkah kita?, bahwa Negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia?!
Ya, karena negara kalian memiliki segalanya.  Mereka takut kalau kalian, bangsa Indonesia menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah produk”  dari pabrik kita sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."
"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, I believe, Indonesia will rules the world.."

Dan INGAT !, itu semua butuh kerja sama kuat dalam jiwa bangsa Indonesia. Kita sudah merdeka, tapi belum sampai  pada KEMERDEKAAN YG SEJATI.

Fatmawati, istri bung karno pernah berkata :
Berusaha  untuk  MENANG SENDIRI adalah KEKALAHAN SEJATI.  KEMERDEKAAN SEJATI, tidak bisa diraih dengan cara seperti itu.

Terimakasih, Sekian pidato dari saya. Lebihnya mohon maaf …

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Komentar

Postingan Populer